Penyandingan Soeharto dan Marsinah Calon Pahlawan Nasional Kaburkan Sejarah

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menyoroti polemik usulan calon Pahlawan Nasional yang menyandingkan nama mantan Presiden Soeharto dengan aktivis buruh Marsinah. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mengaburkan sejarah dan melukai rasa keadilan masyarakat.

Marsinah merupakan simbol perjuangan buruh dan korban pelanggaran hak asasi manusia pada masa Orde Baru, sementara Soeharto lekat dengan praktik otoritarianisme dan pembungkaman demokrasi. Menyandingkan keduanya dalam satu daftar dinilai tidak mencerminkan keberpihakan negara pada nilai keadilan dan demokrasi.

Agus Jabo menegaskan, negara seharusnya menghormati perjuangan rakyat dan bersikap jujur terhadap sejarah agar gelar Pahlawan Nasional tetap bermakna sebagai teladan moral bagi bangsa.

Simak pernyataan lengkapnya dalam video berikut.