MENGUSAP AIR MATA RAKYAT KECIL LEWAT SEKOLAH RAKYAT

Oleh : Amikel Goo
(Sekretaris DPW PRIMA Papua Tengah)

Bagi jutaan anak di pelosok negeri—termasuk di lembah, gunung, hingga wilayah terpencil Papua—pendidikan sering kali menjadi angan-angan yang sulit digapai. Jauh, mahal, dan terhalang keterbatasan ekonomi keluarga. Namun hadirnya program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah dan diperjuangkan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, menjadi bukti nyata negara hadir untuk mengusap air mata rakyat kecil.

Siapa Agus Jabo Priyono?

Lahir dari latar belakang sederhana, Agus Jabo paham betul rasanya berjuang demi sekolah. Kini sebagai Wakil Menteri Sosial, ia membawa semangat pribadinya ke dalam kebijakan: “Anak miskin tidak boleh melahirkan anak miskin lagi. Pendidikan adalah pintu keluar dari lingkaran itu”. Ia menjadi garda terdepan memastikan Sekolah Rakyat menjangkau mereka yang selama ini terabaikan, termasuk di wilayah Papua.

Sekolah Rakyat: Lebih dari Sekadar Bangunan

Program ini bukan sekadar gedung bertembok. Sekolah Rakyat hadir untuk:

  • Memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan gratis dan lengkap
  • Memberikan tempat tinggal, makan bergizi, seragam, hingga biaya sekolah tanpa beban orang tua
  • Membangun kepercayaan diri anak yang selama ini merasa rendah diri karena keterbatasan
  • Menyiapkan mereka untuk kuliah atau bekerja secara layak, sesuai janji yang disampaikan kepada siswa

Agus Jabo menegaskan: “Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Itu hak konstitusional mereka”.

Jejak di Tanah Papua

Di Papua, langkah ini disambut haru. Komite Eksekutif Otonomi Khusus dan pemerintah daerah bergerak bersama mewujudkan Sekolah Rakyat di berbagai titik. Agus Jabo mengingatkan agar pembangunan berjalan sesuai aturan, berbasis data sosial yang akurat, dan melibatkan pemangku kepentingan lokal—agar manfaatnya benar-benar sampai ke anak-anak pemilik tanah ini.

Banyak cerita haru terdengar: anak yang dulu tak berani bermimpi, kini berseragam rapi belajar bersama; orang tua yang dulu menangis tak mampu bayar sekolah, kini tersenyum melihat masa depan anaknya terbuka.

Makna “Mengusap Air Mata

Mengusap air mata rakyat kecil bukan hanya memberi bantuan sesaat. Ini adalah memberi mereka harga diri dan jalan pulang. Seperti pesan yang sering disampaikan:

“Kami tidak ingin kalian lari dari kampung halaman. Kami ingin kalian pulang dengan ilmu untuk membangun tanah kalian sendiri.”

Sekolah Rakyat adalah bukti bahwa negara hadir bukan untuk memandangi kesusahan, melainkan turun tangan mengangkat derajat mereka yang paling bawah.

Melalui Sekolah Rakyat, Agus Jabo Priyono dan seluruh jajaran mengajak kita percaya: tidak ada anak yang harus berhenti bermimpi hanya karena lahir dari keluarga sederhana. Pendidikan adalah hak, dan negara punya kewajiban menegakkannya.

Di tanah Papua yang kaya namun penuh tantangan, Sekolah Rakyat adalah benih harapan: kelak akan tumbuh pemimpin, guru, dokter, dan pengelola yang lahir dari rahim tanah sendiri, yang mengerti rasa sakit dan berjuang menyembuhkan bersama.