Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi peringatan Hari HAM Sedunia di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu 10 Desember 2025.

Dalam aksi ini, LMND menyoroti maraknya korupsi sumber daya alam (SDA) yang mereka sebut sebagai akar kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM.
Koordinator lapangan, Marvin Desto, menegaskan bahwa korupsi SDA sudah berada pada tingkat “kejahatan kemanusiaan”.
“Kerakusan elite telah menghancurkan ruang hidup rakyat. Banjir bandang, krisis ekologis, dan konflik agraria adalah akibat langsung dari praktik serakahnomics,” tegas Marvin saat berorasi.

Menurut LMND, praktik korupsi yang melibatkan perusahaan tambang, migas, hingga perkebunan telah merampas hak rakyat dan menguras potensi negara. Mereka menyinggung kasus-kasus besar seperti korupsi Pertamina, PT Timah, Wilmar Group, hingga Duta Palma yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah.
“Uang yang seharusnya kembali untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan justru mengalir ke kantong pribadi para koruptor. Ini bukan sekadar kejahatan ekonomi, ini pelanggaran HAM,” ungkap Marvin.

Dalam aksinya, LMND mengusung slogan: “Bangun Persatuan Nasional, Menangkan Pancasila, Lawan Serakahnomics.”
LMND juga membawa sepuluh tuntutan, antara lain:

  1. Sahkan RUU PPRT dan optimalkan UU TPKS.

  2. Percepat pembentukan Badan Nasional Reforma Agraria.

  3. Polri hentikan kriminalisasi masyarakat sipil.

  4. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis untuk rakyat miskin.

  5. Sahkan RUU Perampasan Aset.

  6. Laksanakan P5 HAM bagi korban penggusuran.

  7. Hentikan perampasan tanah dan jalankan Pasal 33 UUD 1945.

  8. Bongkar dan adili dalang kerusakan lingkungan di Sumatera dan Aceh.

  9. Tangkap mafia tanah dan tambang ilegal.

  10. Sahkan RUU Masyarakat Adat.

 

Aksi di depan kantor Kementerian ESDM tersebut berjalan damai sebelum akhirnya massa membubarkan diri setelah menyampaikan seluruh tuntutan.